Oleh: Daniel Timorang | 11 Desember 2009

Mengapa Harus Percaya Alkitab?

Mengikuti tanya jawab persoalan agama Kristen di forum-forum internet cukup membuat saya kesal dengan orang-orang Kristen yang terlibat didalamnya. Saya tidak dapat mempermasalahkan orang-orang yang bukan kristen dengan komentarnya tentang kekristenan, karena mereka tidak tahu apa-apa soal Tuhan, tetapi apabila seorang kristen tidak tahu apa-apa tentang Yesus, tentang Alkitab, tentang Tritunggal, terasa sangat menjengkelkan. Dunia kita perlu jawaban, dan tugas untuk menjawab di dunia ini adalah ada pada kita semua orang-orang percaya atau yang mengaku kristen. 

Bagaimana kita dapat menjawab pertanyaan dan meruntuhkan komentar-komentar yang ngawur tentang Tuhan yang ditanamkan oleh agama lain? Jawabannya adalah kuasailah Alkitab, pakailah Alkitab sebagai sumber segala jawaban, dan memang benar, Alkitab adalah sumber segala jawaban, tinggal orang mau percaya atau tidak. Kebanyakan penanya adalah orang-orang yang tidak ingin mendengarkan jawaban kita, jadi untuk apa susah-susah menjawab atau berdebat karena apapun hasilnya mereka memang tidak mau menerima kebenaran.

Adalah menyedihkan sekali bila seorang mengaku kristen tapi tidak pandai menggunakan Alkitabnya untuk hidup. Itu sama saja pembalap motor yang tidak bisa naik motor (??). Mengapa Alkitab begitu penting? Itu kan hanya sebuah buku dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, apakah masih original?

Bahasa, kata-kata, bentuk bukunya dan lain sebagainya adalah hanya sebuah kemasan/bungkus, isi lebih penting dari segalanya. Untuk apa kemasan yang terindah, terjamin dan ter-original berabad-abad tapi isinya kebohongan? Atau seperti makanan anak-anak sekarang yang kemasannya dan hadiah-hadiahnya menarik tetapi isinya hanyalah sagu dan msg (penyedap masakan). Alkitab berisi firman Tuhan, nabi-nabi yang menyampaikan firman itu atau menuliskannya adalah orang-orang yang memiliki firman itu di dalam hidup mereka, sehingga mereka mampu menuliskannya kepada kita, mereka sudah sangat mengenal Tuhan dan firmanNya, firman Tuhan sudah menjadi hidup mereka, Tuhan bukan lagi sesosok makhluk yang asing bagi mereka, bahkan beberapa di tulis oleh orang-orang yang hidup bersama Tuhan di bumi. Itulah yang mereka sampaikan kepada generasi penerusnya dalam bentuk buku, sastra, nyanyian dan lain sebagainya. Nabi-nabi dan penulis-penulis Alkitab adalah orang-orang yang telah menyatu hidupnya dengan Tuhan, sehingga sekalipun tulisan mereka berbeda dalam waktu ribuan tahun, berbeda dalam bahasa, berbeda tempat penulisan, berbeda bangsa, berbeda latar belakang hidup, tetapi tulisan mereka isinya berbicara hal yang sama. Dari  Kejadian sampai Taurat dari Taurat sampai sampai Injil, dan dari Injil sampai Wahyu topik utamanya adalah kasih Tuhan kepada manusia dan keselamatan manusia melalui jalan penebusan dosa Yesus Kristus. Tidak ada topik lain yang Tuhan punya untuk kitab suciNya. Tuhan tidak membutuhkan topik lain untuk bikin kitab suci jenis lain kepada manusia di dunia. Alkitab sudah cukup untuk menyatakan isi hatiNya seluruhnya. “Sudah selesai” begitu kata Yesus di atas kayu salib sebelum Dia mati, Tuhan tidak pernah memulai lagi sesuatu yang baru di atas apa yang sudah selesai Dia kerjakan. RencanaNya sepanjang abad bumi ini sudah selesai pada Yesus Kristus di atas kayu salib. Apa yang menjadi kerinduan hatiNya yaitu menyatakan kasihNya pada dunia dan menebus dosa manusia melalui seorang juru selamat yang beribu-ribu tahun dan berulang-ulang dikatakanNya sudah terjawab. Manusia harus tahu itu! Bahwa Bapa sudah menyatakan kasihNya kepada manusia melalui Yesus Kristus mati di atas kayu salib, dan pada hari ke 3 Ia bangkit dan menggenapi janjiNya untuk pengutus seorang Penolong yang lain yaitu Roh Kudus. Tinggal mau percaya atau tidak. Kalau beratus-ratus tahun kemudian ada seorang nabi yang mengklaim bahwa dialah utusan yang dijanjikan itu, itu berita yang terlambat.  Apalagi bila utusan tersebut ternyata membawa berita yang benar-benar lain urusannya dengan urusan Tuhan sejak dunia ini diciptakan, pasal kesalahannya berlapis-lapis, dari dusta sampai mendiskreditkan nama Tuhan, seolah-olah Tuhan itu plin-plan.

Alkitab menyajikan Tuhan yang sempurna beserta segala pekerjaanNya, Tuhan di dalam Alkitab tidak hanya sekedar ngomong saja, Alkitab menyatakan perbuatan Tuhan sejak dunia diciptakan sampai hari ini di dalam kehidupan umatNya yang beriman. Alkitab menyajikan Tuhan sebagai sesosok Pribadi yang mengasihi dan sangat rindu untuk bersekutu dengan ciptaanNya. Bila ada kitab suci lain yang menyajikan Tuhan lain dari ini, maka kita bisa yakin bahwa kitab itu sedang berbicara tuhan yang lain, bukan Tuhan kita. Sama seperti bila seseorang sedang menceritakan kisah seorang ayah namun tidak ada samasekali kemiripannya dengan ayah kita, who cares? Alkitab sudah sempurna menjabarkan tentang Tuhan bagi manusia.

Orang berkata bahwa mengapa Alkitab kontradiksi/berlawanan? Sebab utama kita menemukan kontradiksi di dalam Alkitab adalah:

  1. Kita belum mengerti apa maksudnya.
  2. Kita tidak mengetahui latar belakang kontekstualnya.

Alkitab adalah buku yang lahir dari pikiranNya Tuhan. Maka wajar bila kita tidak memahami seluruh maksudnya, wajar bila ada banyak pertanyaan, karena siapakah yang dapat menampung seluruh pikiran Tuhan? Pengertian akan berjalan tahap demi tahap sesuai dengan pertumbuhan iman kita, dan itu adalah proses sepanjang umur kekekalan hidup kita. Sampai di surgapun nanti di dalam kekekalan, Tuhan selalu baru setiap hari, karena Tuhan kita tidak  ada akhir dan tidak ada awal.

Ada 2 hal penting yang bisa kita jadikan jawaban Mengapa kita harus percaya Alkitab:

  1. Karena Yesus adalah sumber dari Alkitab dan Ia sendiri mempercayainya sampai harus mati di kayu salib, artinya Alkitab terutama Perjanjian Baru ada karena Yesus. Tanpa Yesus, tidak akan ada Alkitab bahkan Perjanjian Lama pun ada karena Bapa/Jehovah merencanakan karya penebusan oleh Yesus Kristus. Mengeluarkan Yesus dari Alkitab sama saja seperti meng”offset” binatang (mengeringkan binatang untuk dijadikan pajangan), binatangnya ada, seperti hidup tapi tidak hidup hanya hiasan saja. Yesus adalah jiwanya Alkitab, kita tidak dapat memisahkan Yesus dari Alkitab, berbicara Alkitab adalah berbicara tentang Yesus. Berbicara Taurat adalah berbicara tentang Yesus, berbicara tentang kekristenan adalah berbicara tentang Yesus. Jangan bicara apa-apa tentang Alkitab bila kita tidak percaya Yesus adalah Tuhan, percuma dan tersesat. Lebih baik diam dan menonton saja atau tidak usah repot mengurusi Alkitab atau mempertanyakan Alkitab bila tidak percaya Yesus adalah Tuhan. Di dalam Alkitab adalah Yesus. Alkitab itu seperti jubahNya, jubah kebenaranNya. Pegang jubahNya maka mujijat terjadi!
  2. Karena begitu banyak saksi-saksi iman yang mengelilingi kita.Sepanjang sejarah dunia ini, bukan satu atau dua orang saja yang sudah mengalami kedahsyatan Tuhan, Berjuta-juta orang bahkan mungkin milyar-an manusia sudah mengalami Tuhan di dalam hidup mereka. Mendengar suaraNya, mengalami mujijatNya dan lain sebagainya. Dunia ini tidak jauh dari jangkauannya Tuhan. Dia begitu dekat. Kalau orang bingung mendengar bahwa Tuhan bisa berbicara secara pribadi kepada kita, maka orang tersebut ketinggalan jaman. Bahkan paling ketinggalan jaman. Dari jaman “baheula” Tuhan selalu berkomunikasi dengan manusia. Dengan cara yang bermacam-macam Tuhan berbicara atau menyampaikan maksud hatiNya baik yang umum maupun yang spesifik ke dalam hidup manusia yang mau mendengarkan dan punya waktu untuk mendengarkanNya. Kalau jaman sekarang, setelah milyaran manusia mengalami kehidupan bersama Tuhan, kita masih bingung dengan hal ini, maka cepat-cepatlah banting stir, carilah Tuhan dan belajarlah tentang Dia di Alkitab, supaya anda tertolong tidak ketinggalan jaman. Hidup bersekutu dengan Tuhan itu sudah ada sejak jaman Adam dan Hawa. Kalau orang hari ini berkata bahwa dia mendengar suara Tuhan, bagi saya itu biasa saja tuh, tidak ada yang baru di dalam kehidupan kita dengan Tuhan, itu sudah ada sejak Adam, Musa, Elia, Abraham, Yesus, para rasul, sampai teman-teman saya yang sungguh-sungguh rohaninya, dan saya sendiri. kalau ada yang bilang Tuhan itu tidak dapat dipersekutukan, biarlah saja, karena mereka sedang membicarakan tuhan mereka, bukan Tuhan yang kita kenal. Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, memang benar, apa yang salah dengan kalimat tersebut? Kita orang kristen juga tidak pernah menganggap bahwa Tuhan dilahirkan seperti manusia, yang dilahirkan itu kan seorang manusia bernama Yesus. Dilahirkan bukan sebagai hasil persetubuhan antara laki-laki dengan perempuan seperti para nabi yang pernah ada di dunia. Tetapi sebagai hasil karya Bapa dan pekerjaan Roh Kudus di dalam diri Maria. Setelah Dia mati dan dibangkitkan, maka Dia diproklamirkan sebagai Tuhan. Saya rasa cukup layak Yesus dijadikan Tuhan, karena keberadaanNya unik, tidak ada duanya sepanjang masa. Dan Allah Bapa sendiri yang menyatakanNya. Kalau kita mencomot seorang manusia biasa dan kemudian menyembahnya sebagai Tuhan, itu baru hal yang bodoh. Tetapi ini Yesus, yang kelahiranNya ajaib, pekerjaanNya pun ajaib (mujijat2 Nya), proses kematianNya ajaib dan bangkit dari matiNya pun ajaib. Kalau ada nabi yang menyamai Yesus, saya jamin akan saya sembah dia juga sebagai Tuhan.

Yang tidak mempercayai proses keajaiban ini, sebenarnya perlu dipertanyakan. Apakah konsep ke Allah-an yang dipelajari melalui agamanya itu benar apa tidak ya? Jangan jangan pelajaran agamanya menerangkan tentang Allah itu terlalu sempit. Allahnya hanya sanggup hidup dan berkuasa sebatas manusia biasa saja. Tidak bisa apa-apa. Punya mata tidak bisa melihat, punya kuping tidak bisa mendengar, punya mulut tidak bisa berbicara (Allah macam apa??). Allah yang Alkitab nyatakan adalah penguasa langit dan bumi, Pencipta segalanya, mencipta hanya dengan firmanNya, berkuasa menghukum yang bersalah, berkuasa membela NamaNya sendiri, tidak perlu teroris untuk membela nama Allah, Dia menghakimi dari surga dengan apiNya, Dia yang memberi hidup dan mengambilnya, tidak ada yang mustahil bagi Allah, dsb, dsb, dsb,  manakah kitab yang lebih akurat di dalam menjabarkan tentang Allah? Manakah kitab yang lebih mendekati di dalam menerangkan kebesaran Allah? Kitab manakah yang lebih banyak menerangkan tentang sifat Allah daripada Alkitab? Tidak masuk akal bukan berarti salah! Kalau masuk di akal manusia maka Allah bukanlah Allah. Manusia bodoh di dalam kepandaiannya tetaplah bodoh! Mau mengerti 100 persen Allah baru mau percaya, itu jalan kebinasaan. Kitab Suci adalah kitab yang menceritakan tentang Allah, bukan tentang nabinya. Nabi adalah pesuruh saja. Seharusnya fokus suatu kitab suci ada pada Allah, menceritakan tentang Allah, membawa manusia untuk hidup kepada Allah saja. Nabi-nabi Allah yang benar tidak pernah ingin ditinggikan, bahkan kalau bisa mereka tidak usah disebut namaNya, mereka tidak pernah berbicara tentang dirinya, mereka hanya berbicara tentang Allah saja. Dengan kata lain “lupakanlah saya! hiduplah buat Allah”. Tidak perlu mendoakan saya, “I am just fine!”.

Sekarang kita membahas mengenai Tri-tunggal, saya mencari di seluruh Alkitab (PL dan PB), statement tentang Tri-tunggal, kok nggak ada ya. Tri-tunggal itu ternyata adalah konsep teologi yang timbul pada abad-abad pertama (kalau saya tidak salah, maklum saya bukan sarjana teologi). Di Alkitab sendiri tidak pernah tersirat bahwa Allah kita itu 3 (tiga). Setahu saya Allah itu Bapa, Yesus itu juga Bapa, Roh Kudus itu juga Bapa, manakah yang berjumlah tiga? Saya adalah ayah bagi anak-anak saya, saya juga teman bagi teman-teman saya, saya juga suami bagi istri saya, berapa orangkah jumlahnya saya? tiga orang!! sangat bodoh kalau itu jawabannya. Tidak ada Tri-tunggal di dalam Alkitab. Allah itu esa (satu). Di dalam kehidupan ke AllahanNya dia membawa 3 fungsi utama, sebagai Bapa yang menciptakan dunia dan darimana segalanya berada, sebagai Anak yang melakukan pekerjaan penebusan dosa umat manusia, sebagai Roh Kudus yang tinggal di dalam hati orang percaya untuk menuntun orang-orang percaya kepada kebenaran.  Dan karena Dia adalah Maha, maka Dia menjadi atau melakukan ketiga fungsinya dalam satu waktu bersamaan. Dia Maha kuasa, Dia Maha hadir, Dia Maha tahu. Dia tidak terbatasi oleh waktu, tempat dan keberadaan. Alkitab tidak pernah berbicara masalah tri-tunggal, ahli-ahli kitablah yang munculkan ide tri-tunggal.  Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu yaitu Allah. Ada lagi yang bertanya, kalau Yesus itu Allah siapakah yang di surga ketika Dia di dunia? Kembali orang yang bertanya ini saya anggap pengertian akan kuasanya Tuhan sangat rendah, agamanya telah merusak citra Allah di dalam pikirannya. KeAllahan tidak mengenal tempat dan waktu, Allah berada dimana-mana, menutupi segala sesuatu, menghidupkan segala yang ada termasuk anda dan saya. Ketika Yesus di dunia maka di dalam manusia Yesus itulah isinya Allah.  Allah ada di dalam Yesus dan sekaligus di planet-planet dan bintang-bintang dan juga di Indonesia dan ada di rumah-rumah manusia Indonesia primitif pada waktu itu pada saat yang bersamaan. Ketika Yesus di dunia maka kerajaan Allah juga ada di dunia, surga ada di dunia. Yang benar yang mana sih? Surga mengikuti Allah atau Allah mengikuti surga? Surga bukanlah suatu rumah atau lapangan yang tidak bisa kemana-mana. Surga adalah hadirat Allah! Surga adalah atmosfer di mana Allah berada. Di mana Allah berada di situ sorga berada. Kalau Allah datang ke rumah saya, maka surga saat itu ada di rumah saya dan sekaligus juga ada di rumah anda pada saat bersamaan kalau anda adalah seorang yang percaya. 2 milyar manusia bisa berdoa bersamaan pada waktu yang bersamaan dimana saja di seluruh dunia dan pada saat yang bersamaan pula 2 milyar manusia tersebut dapat bertemu dengan Tuhan dengan jawaban doanya masing-masing.  Tidak ada hadirat Allah tanpa Allah. Jadi kalau Allah dalam wujud Yesus berada di dunia, maka surga pada saat itu berada di dunia, itu sebabnya orang-orang banyak mengikuti Dia, karena suasana surgawi yang dirasakan bila berada di dekatNya.  Hanya orang-orang sesat yang pikirannya telah dibutakan oleh agama yang tidak bisa merasakan surgaNya Tuhan Yesus. Ironis sekali bahwa ada orang-orang yang seumur hidupnya mengabdikan diri pada agama, tetapi tidak tahu bahwa yang datang itu adalah Allah sendiri. Bayangkanlah, bahwa ketika Yesus di dunia, Dia tidak hanya makan minum dan bekerja atau mengajar, Dia juga pada saat yang sama mengatur “the whole universe while He was walking around in the Israel land, the land of His beloved people”. Ketika Dia malam-malam di danau Galilea, berbicara dengan muridNya, atau ketika badai Dia sedang tidur di perahunya Petrus, pada saat yang sama Dia juga sedang mengatur bumi beserta langit dan segala isinya. Dia berkuasa atas hidup manusia, Dia membangkitkan Lazarus, Dia menyembuhkan kusta, orang buta melihat, orang bisu berbicara, setan-setan takluk padaNya, badai takluk padaNya, hukum alampun takluk padaNya. Ragukah kita bahwa Yesus itu adalah TUHAN? Hanya karena dia mamakai baju biasa, lahir di rumah seorang tukang kayu, hidup di Israel pada abad pertama, dipukul diam saja, dihina diam saja, diperlakukan semena-mena, bukan berarti Dia tidak ada apa-apaNya, Dia adalah Tuhan Allah! Sebagai manusia, Dia adalah manusia, Dia perlu Tuhan yang adalah RohNya sendiri, Dia perlu kekuatan dari Tuhan yang adalah RohNya sendiri, ada saat ketika Dia menanggung sengsara sebagai hukuman umat manusia, Dia mengeluh “Bapa,Bapa, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”, itu saat Dia merasakan neraka sebagai upah dosa manusia, itu saat Roh Allah yang adalah RohNya sendiri meninggalkan Dia, untuk merasakan hukuman dosa. Hukuman dosa adalah neraka, digambarkan di dalam bahasa manusia sebagai api, saya tidak percaya bahwa kenyataanya nanti neraka adalah api, neraka adalah suatu tempat yang tanpa Allah. Manusia masuk neraka artinya manusia yang ditinggalkan Tuhan sendirian.  Kebalikan dengan surga, yaitu di mana tempat Allah berada. Hidup tanpa kehadiran Tuhan, saya tidak dapat membayangkan apa rasanya. Dunia masih terlalu baik untuk ditinggali karena masih ada kemuliaan Tuhan walaupun sedikit. Ada penyakit, tapi ada juga kesembuhan, ada kesusahan tetapi ada juga jawaban, ada kematian tetapi ada juga kebangkitan. Di neraka yang ada hanyalah satu sisi saja: kesengsaraan kekal. Hidup tanpa Allah. Yesus menjalani itu. Itulah suara-suara di neraka yang akan keluar dari mulut orang-orang di sana, “Tuhan, Tuhan, mengapa Engkau meninggalkan aku?”.

Kita lihat bahwa Allah, manusia Yesus, dan Roh Kudus adalah satu seperti Roh, jiwa dan tubuh kita adalah satu. Roh orang-orang percaya sama zat rohnya dengan Roh Yesus, karena didapatkan dari menerima Yesus dihatinya, sehingga ketika kematian datang otomatis roh itu akan membawa orang-orang percaya menyatu dengan asalnya yaitu Allah, sedangkan orang-orang yang tidak hidup dengan roh Tuhan, tahu sendirilah kemana perginya rohnya itu. Air hanya menyatu dengan air, minyak hanya menyatu dengan minyak. Jadi tidak ada gunanya mempertanyakan ke-tri-tunggalan sementara Tuhan semakin dekat. Ibarat kita mau naik bis ke suatu tempat, kita sibuk membahas warna bisnya apa, bentuknya bagaimana, bannya sebesar apa. Sementara bisnya sudah lewat dan kita tertinggal.

Kebenaran akan tetap benar sekalipun tidak satu orangpun menerimanya, sebaliknya kebohongan adalah tetap bohong walaupun seisi dunia menyanjungnya dan mengikutinya. Hak menilai kebenaran dan ketidakbenaran ada pada Allah, sebagai sumber kebenaran, kita manusia hanyalah mencari dan mengikutinya saja, jangan menciptakan kebenaran palsu di samping kebenaran Allah yang telah dinyatakan secara sempurna di dalam Alkitab dan Injil. Banyaknya pengikut tidak bisa mengubah kebohongan menjadi kebenaran. Jangan juga membohongi diri sendiri, kalau kita tahu kebenaran, pilihlah itu, ikutilah itu, percayailah itu, jangan ijinkan ego kita atau nama baik kita membohongi kita untuk tidak mengakui bahwa yang benar itu benar.

Percayalah Alkitab karena isinya membawa kita kepada pengenalan akan Allah dan pengenalan akan Allah tidak akan sia-sia! You’ll know it!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: