Oleh: Daniel Timorang | 5 Desember 2009

Wujud Iman

Alkitab berkata bahwa: “Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17, Alkitab terjemahan baru). Rasul Paulus dengan level hikmatnya pada saat itu dengan berani menyatakan kepada dunia bahwa cara hidup orang benar adalah dengan iman. Ini membawa kita pada suatu pertanyaan “Seperti apakah iman itu?”. Apakah iman dapat mendatangkan makanan supaya tidak kelaparan? Apakah iman dapat memberikan uang untuk membiayai kehidupan? Apakah uang dapat merubah sifat seseorang yang buruk menjadi baik? Apakah, apakah dan sejuta lagi apakah dapat kita tanyakan sehubungan dengan pernyataan Paulus di kitab roma ini.

Untuk menjawab pertanyaan di atas pertama-tama mari kita bahas dulu apa artinya iman? Satu-satunya definisi langsung yang tertulis di Alkitab adalah di kitab Ibrani 11:1 (Alkitab Terjemahan baru), “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”.

Dasar dari Segala Sesuatu Yang Kita harapkan

Pengharapan adalah sebuah sikap hati yang menunggu sebuah janji terwujud. Akar sebuah pengharapan adalah sebuah janji. Pengharapan tanpa janji yang lebih dulu terucap hanyah sebuah pengharapan kosong. Pengharapan dari sebuah janji yang tidak valid akan berbuahkan kekecewaan, sakit hati dan kepahitan. Janji adalah sebuah dasar bagi suatu pengharapan. Dan pengharapan berbuahkan penantian. Janji adalah sumbernya iman! Semua janji adalah iman, karena menimbulkan pengharapan, membuat seseorang berharap, membuat seorang menunggu. Janji manusia adalah iman buat orang yang menerima janji tersebut. Manusia bisa berbuat apa saja demi mengejar sebuah janji. Cerita tentang ini sudah sering kita dengar dan kadang-kadang membuat kita geleng-geleng kepala. Dunia tahu prinsip ini, oleh sebab itu manusia selalu ditawarkan dengan janji-janji yang muluk-muluk untuk mengikat hatinya dan selanjutnya manusia yang terpikat itu akan mengejar dengan segala cara.

Bagi orang benar, hanya punya satu sumber janji yaitu Tuhan  Yesus dan FirmanNya (Alkitab). FirmanNya kalau diperhatikan sebenarnya isinya hanyalah janji. Tidak ada hal lain yang ditawarkan oleh firman Nya yang terangkum di dalam Alkitab selain JANJI. Cara memilikinya/mandapatkannya hanyalah dengan PERCAYA.

Di dalam Tuhan, cara yang sah untuk menerima janji Tuhan menjadi milik kita pribadi adalah melalui mempercayainya. Percaya adalah seperti sebuah suara yang besar dari hati kita kepada Tuhan yang artinya adalah “YA TUHAN, BENAR TUHAN..”. Percaya juga dapat dibayangkan sebagai sebuah tangan rohani kita yang sedang mengambil segala yang Tuhan sediakan bagi kita di dalam janjiNya.

Hukum dunia adalah melihat, segala yang berasal dari dunia ini baru akan percaya dan menerima bila sudah melihatnya. Dalam Tuhan tidak begitu. Suka atau tidak suka itulah hukum. Setiap orang yang hidup di dalam Tuhan atau telah menerima Tuhan dalam hatinya harus hidup di dalam hukum ini atau dia tidak pernah akan melihat Tuhan dan merasakan pengalaman mendapatkan dari Tuhan.Jadi iman adalah janji  dan bagi kita anak-anak Tuhan yaitu janji yang keluar dari mulutnya Tuhan dan semuanya sudah tertulis di dalam Alkitab.

Alkitab bukanlah buku ibadah atau buku ritual. Alkitab adalah dokumen. Dokumen besar yang merangkum semua janjiTuhan sejak dunia tercipta sampai dunia berakhir. Janji bukanlah sebuah janji kalau sudah lewat! itu yang tidak dipahami oleh Kitab Suci agama lain. Hanya Alkitab yang menyatakan janji Tuhan secara lugas dan berani tanpa “mudah-mudahan” atau “semoga”. Dari  cara janji-janji itu dinyatakan sebenarnya kita dapat mengukur kebenarannya. Sehingga seperti Paulus saya juga berani berkata kepada dunia, bahwa KEBENARAN ADALAH JANJI YANG BENAR.

Janji yang benar harus ada meterainya. Siapa yang dapat menerima sebuah surat perjanjian di atas sebuah kertas putih biasa tanpa cap, tanpa materai atau tanpa apapun yang sah secara hukum yang dianut oleh perjanjian itu. Bila hukum negara maka sah apabila surat itu ada meterai atau cap atau apapun yang diterima oleh negara tersebut. Janji Tuhan adalah urusan negaranya Tuhan. Hanya sah bila ada meterai negaranya Tuhan. Dan Tuhan telah dari jaman dahulu kala sebelum adanya agama bahkan sebelum adanya nabi-nabi bahkan sebelum adanya Yesus sudah memakai DARAH sebagai alat pengesahan perjanjianNya. Perjanjian yang tidak ada pengesahan DARAH bukanlah perjanjian yang sah buat Tuhan dan pasti bukan berasal dari Tuhan. Perjanjian di Alkitab di sahkan oleh DARAH YESUS si Pembawa Janji. Mengapa harus darah?

Karena NYAWA ADA DI DALAM DARAH! (Ulangan 12:23, Alkitab Terjemahan Baru) Julukan apa yang pantas diberikan untuk janji yang di meteraikan oleh nyawa?. si Pembawa Janji memeteraikan kebenaran janjiNya dengan nyawaNya sendiri yang ia berikan. Setahu saya belum ada satupun janji di dunia ini  yang bermeteraikan nyawa si pemberi janji. Tidak ada manusia yang dapat menjanjikan sesuatu selevel dengan janji jenis ini. kalau saya berjanji pada anda dan saya memeteraikan janji saya itu dengan nyawa saya, apa gunanya lagi janji itu?? karena saya yang menjanjikannya sudah mati. Tetapi Yesus memeteraikan janjinya dengan nyawa duniawinya dan setelah itu ia bangkit dengan dan hidup dengan hidup Illahi Nya yang memang Dia miliki sebelum Dia turun ke dunia. Wow betapa dalamnya akal Tuhan! bahkan Iblispun tidak mengetahui siasat Tuhan ini. Si Penipu Besar telah tertipu oleh trik terbesar sepanjang masa. Janji Tuhan Yesus adalah satu-satunya janji yang benar berdasarkan cara memeteraikan perjanjian yang telah ditetapkan dari awalnya.

Nyawa adalah meterainya Tuhan, kalau ada makhluk yang mengklaim kebenaran tinggal dilihat meterainya. kalau itu meterainya adalah NYAWA maka perjanjian itu sah dari Tuhan. Bila tidak ada ciri tersebut maka itu BOHONG! Dan tidak ada gunanya mempercayai janji bohong. Perjanjian Bohong bila dikemas dengan bagus sebagus-bagusnya tetaplah bohong. Ditulis dengan kata-kata yang terbaik sedunia, dengan bahasa yang terbaik di dunia tetaplah bohong.

Nah jadi apakah iman itu? Iman adalah suatu janji yang kita percayai. Ada dua elemen pembentuk iman, janji dan percaya. Ada janji saja bukanlah iman, ada percaya saja tanpa janji juga bukanlah iman istilahnya percaya tanpa dasar. SEBUAH JANJI YANG DIPERCAYAI ITULAH IMAN! Pertanyaannya adalah Apakah semua iman itu benar? Saya akan letakkan pembahasan ini pada topik Iman yang Benar.


Responses

  1. […] Demikianlah yang dimaksud oleh Paulus di dalam surat Roma tentang hidup oleh iman, hari ini kita mendengar janji Tuhan untuk hari ini, besok kita harus mencari janjinya untuk esok! Setiap hari kita perlu mendapatkan iman yang segar. Iman adalah sikap hati yang percaya akan janji-janjiNya. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: