Oleh: Daniel Timorang | 9 Desember 2009

5 Ayat Alkitab Tentang Uang

Saya mencoba menampilkan ayat2 dasar yang bisa dipakai untuk mendasari iman kita menghadapi tantangan di bidang keuangan. Ada banyak ayat yang menyinggung tentang uang di Alkitab. Tetapi saya mencoba merangkumnya di dalam 5 ayat ini.

1. Filipi 4:19 Dan Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.

Jika anda sudah cukup lama, anda mungkin akan lebih mengerti bahwa menaruh kepercayaan pada situasi ekonomi, kondisi pegawai, atau rekening bank bukanlah sebuah ide yang bagus. Semua itu gampang berubah. Itu semua dapat menolong sementara waktu, setelahnya keadaan akan kembali lagi, permasalahan akan menyerang kembali. Sebaliknya Tuhan itu setia, tidak berubah. Itu sebabnya di dalam hal keuangan kita harus menaruh kepercayaan kepada Tuhan melalui mempercayai Filipi 4:19 ini. Menaruh percaya pada firmanNya sama saja dengan menaruh percaya pada pribadiNya Tuhan. Karena Dia setia dan Dia ridak pernah melawan firmanNya sendiri. Tuhan akan mencukupi kita tidak peduli keadaan ekonomi dunia sedang susah, sebab Dia tidak hidup dipengaruhi keadaan di dunia ini. Dia setia, artinya Dia tidak pernah terbawa perasaan, kalau Dia bilang akan mencukupi, maka Dia akan mencukupi tidak perduli keadaan, suasana hati, besar kecilnya masalah, Tuhan akan mencukupi sesuai dengan kekayaanNya di dalam Yesus Kristus. Dia sudah berjanji maka Dia akan menepati. Apa yang tertulis di Alkitab adalah perjanjian yang mengikat Tuhan untuk mengerjakan janjiNya. Karena Dia sudah memetareikan dengan darahNya sendiri.

2. Maleakhi 3:10 “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, …)

Membayar perpuluhan adalah suatu langkah yang berani di dalam keuangan. Banyak orang berargumen bahwa perpuluhan sudah tidak berlaku di dalam Perjanjian Baru karena kita sudah tidak hidup berdasarkan perbuatan baik. Berbicara perpuluhan bukanlah berbicara tentang keselamatan. Kita sedang berbicara tentang berkat keuangan di sini. Tidak ada masalah dengan keselamatan kita, benar, tetapi akan ada masalah di dalam mengalirnya rejeki ke dalam hidup kita. Jangan kita mencampur adukkan segala sesuatu ke dalam satu prinsip. Keselamatan ada hukumnya sendiri,  berkat ada hukumnya sendiri juga! Pintu berkat tidak bisa terbuka tanpa sebuah kunci yang namaNya PERPULUHAN. Bahkan Tuhan menyuruh kita untuk menguji, itu artinya silahkan kita memberikan perpuluhan dengan motifasi untuk mendapatkan kelimpahan atau kemudahan di dalam keuangan dari Tuhan.

3. 1 Timotius 6:10Karena akar segala kejahatan ialah cinta akan uang“.

Beberapa orang sangat menginginkan uang, lebih dari membutuhkan uang. Bagi orang-orang seperti ini uang tidak ada batasnya. Mereka rela meninggalkan iman percayanya hanya untuk mengejar uang dan rela menjalaninya walaupun akibatnya adalah kesusahan bagi dirinya. Uang bukanlah setan, uang hanyalah sebuah benda alat penukar. Mencintai uang atau kecanduan mencari uang itulah yang berdosa di mata Tuhan. Memiliki milyaran rupiah di bank bukanlah dosa, dan tidak otomatis bahwa anda cinta akan uang. Memiliki 500 rupiah saja tidak menjamin bahwa anda bukan orang yang mencintai uang! Sebagai contoh seorang Warren Buffet memiliki jutaan dollar di rekening banknya, tetapi dia selalu memberi bahkan kadang-kadang hampir seluruh isi rekeningnya. Di lain sisi, ada orang yang bunuh-bunuhan hanya mempertengkarkan uang sebesar beberapa ribu rupiah saja.

4. Kisah 20:35 “…lebih berbahagia memberi daripada menerima…”

Memberi membuat kita bebas dari ikatan ketamakan. Sementara sifat pelit menjerat kita.   (Yakobus 5:2). Memberi mengubah hidup banyak orang  (Yohanes 3:16). Yang memberi akan kembali di beri (Lukas 6:38). Memberi adalah menabung di sorga (Matius 19:21).

5. Amsal 22:7 “Orang kaya menguasai orang miskin,yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi”

Bebas dari hutang adalah suatu kehidupan yang benar-benar indah. Hutang di sini adalah dalam artian, hutang konsumtif. Ada hutang yang jenis lain seperti hutang dagang, hutang pajak dll. Hutang untuk hidup adalah sangat memberatkan diri kita. Bayangkan untuk beli beras kita harus hutang, untuk bayar sekolah kita harus hutang, kehidupan yang seperti itu tidak akan pernah selesai dari hutang. Bebas dari hutang konsutif ini memerlukan usaha yang menyeluruh di dalam mengelola keuangan. Tertib keuangan, budgeting harus diterapkan supaya kita tidak menjadi terjerat oleh hutang. Pola belanja kita harus diubah, pemborosan biaya harus ditekan dsb. Percayalah semua usaha tersebut akan membebaskan kita dari hutang, dan akan memberikan suatu kehidupan yang merdeka.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: